Selamat Datang Di Website Resmi Masjid Nurul Hidayah

STAY WITH US

Selasa, 10 Februari 2015

Masjid Nurul Hidayah

KILAS BALIK MUSHOLLA AL- KONTRAK MENUJU MASJID NURUL HIDAYAH PURWOKINANTI Dedekade Tahun 1980an. Purwokinanti adalah salah satu wilayah perkampungan yang terdiri dari 3 RW yaitu RW 4,5 dan 6 (dahulu 1 RK) dan terletak di Kecamatan Pakualaman Yogyakarta, perkampungan dengan jumlah penduduk yang cukup padat dengan bermacam agama ada didalamnya. Agama Islam dengan penganutnya yang lebih banyak disbanding agama lainnya, hanya saja kwalitas pengamalan keagamaannya mohon maaf masih sangat kurang hal ini mungkin dikarenakan peengetahuan tentang agama masih minim dan tempat ibadah (Mushollah, Masjid) belum tersedia, disamping tokoh agama sebagai panutan juga tidak dijumpai diwilayah ini. Dengan banyaknya mahasiswa yang tinggal di wilayah Purwokinanti khusunya mahasiswa dari luar Jawa, membawa corak nuansa keagamaan yang cukup mengggembirakan, dengan berbagai kegiatan keagamaan mulai dari Pengajian Umum, belajar baca Al-Qur’an dan lain-lain. Mulai tampak kegiatan keagamaan, walaupun masih sangat minim, dengan seiring berjalannya waktu bertambah banyaknya mahasiswa yang tinggal didaerah tersebut, kegiatanpun semakin meningkat bahkaan secara permanen telah terbentuk suatu kepengurusan apa yang disebut P2A (Pembinaan Pengamalan Agama Islam), suatu lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah dimana disetiap wilayah harus berdiri apa yang disebut P2A. Lembaga ini telah mewadahi segala kegiatan agama islam. Dan semakin banyaknya Jama’ah Pengajian dan murid pengajian baca iqra’, maka para pengurus P2A berinisiatif mencari tempat yang dapat digunakan sebagai pusat kegiatan. Sebuah rumah yang cukup sederhana telah dikontrak diwilayah RW5, dengan biaya kontrak diperolah dari sumbanngan para donator, kegiatan belajaar baca Al-Quran dan sholat berjama’ah lima waktu dapat dilaksanakan dirumah kontrakaakan tersebut. Dimana tempat tersebut disebut MUSHOLLAH AL-KONTRAK, Musholla ini dapat digunakan untuk sholat berjama’ah lima waktu, untuk pengajian umum dan sholat tarawaeh bulan puasa menggunakan Gedung Serbaguna, sepanjang tempat tersebut tidak digunkan untuk warga lainnya, kalau digunakan warga lainnya, maka kegiatan Pengajian Umum harus diundur ataupun ddiajukan biar tidak bertabrakan. Tidak saja kwantitas kegiatan agama yang meningkat akan tetapi kwalitasnyapun , pelan pelan juga ikut meningkat sehingga terbentuk Pengajian khusus Remaja dan menyusul dibentuknya Majelis Taklim Pengajian Ibu-ibu. Para ibu-ibu mengusulkan agar dibentuk Majelis Taklim Ibu-ibu, dikarenakan selama ini ibu-ibu untuk menghadiri pengajian, harus berjalan jauh, yaitu dimasjid – masjid sekitarnya wilayah Pakualaman. Hasil kesepakatan pengurus P2A (Bp. Suyono. WS.SE) dengan ibu –ibu dibentuklah Majelis khusus Ibu-ibu dimana terpilih ketuanya Ibu Hj Tutik (Almh), pengajian ditetapkan hari Sabtu sore ba’da Ashar sedangkan tempatnya alhamdulilah ada seorang dermawan Bp.Drs.H. Munawir (Dosen UGM) menawarkan rumahnya yang terletak di wilayah RW.06 untuk digunakan kegiatan agama. Sejak itu pengurus P2A mempunyai 2 tempat kegiatan satu di RW.05 dengan nama Musholla Al-Kontrak dan satu lagi di RW.06 dengan PUSDIKROM (Pusat Kegiatan Romadhoan), karena memang tempat ini dikhusukan kegiatan anak-anak selama bulan Romadhan yaitu pesantren kilat dan berlanjut kegiatan Majelis Taklim Pengajian Ibu-ibu setiap Sabtu sore dan berkelanjutan untuk Jama’ah Sholat liam waktu untuk warga muslimin di wilayah RW.06, sehingga pengurus P2A berbagai tugas antara Mushollah Al-kontrak dan Pusdikrom. Semakin berjayanya P2A dan semakin dikenal dimasyarakat, maka timbul gagasan untuk memberikan warna tersendiri diwilayah Pakualamaan, pengurus P2A mengadakan even yang cuckup menarik yaitu Al-Hidayah Cup dengan berbagai perlombaan baik keagamaan (Cerdas Cermat Agama, Lomba Azan, lomba Baca Iqra dan Al-Qur’an dll) dan perlombaan olah raga (Lomba Merathon, Sepak Bola, Tenis Meja dll). Alhamdulillah Prwokinanti sebagai penyelenggara sekaligus tuan rumah menjadi juara umum. Kegiatan semakin semarak dengan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial di masyarakat dukungan dari para tokoh setempat juga menjadi motifasi bagi pengurus P2A untuk tetap semangat menjalankan kegiatannya, bahkan masyarakat sudah sangat membutuhkan dan haus akan kegiatan – kegiatan keagamaan. Seiring perjalan waktu, maka terpikir oleh para pengurus bahwa di wilayah Purwokinanti harus berdiri sebuah masjid. Berbagai informasi digali oleh para remaja, untuk diingat pada saat itu pengurus P2A terdiri para remaja dan Mahasiswa yang kebaanyakan Mahasiswa dari luar pualau Jawa, dimana berbagai sumber memberitaahu bahwa sejak tahun 1970an sudah terbentuk suatau kepanitian pembangunan masjid yang dibentuk oleh para tokoh setempat, hanya saja vakum tidak berjalan atau jalan ditempat dengan berbagai permasalahan. Keseriusan para pengurus P2A untuk mewujudkan cita-cita yang luhur tersebut, kemudiaan dikumpulkanlah para tokoh masyarakat, khusunya tokoh-tokoh yang telah membentuk kepanitiaan pembangunan masjid yang vakum, dengan berkumpulnyanya para tokoh massyarakat dan pengurus P2A terjalin komunikasi untuk melanjutkan cita-cita pembangunan masjid. Dan disepakati dibentuk lagi kepanitiaan pembangunan masjid dengan struktur yang baru dimana pengurus P2A banyak terlibat bahkan sebagai ujung tombak. Dengan berbaagi tugas pengurus P2A disamping tetap mengurus jama’ah juga terlibat pencarian dan pembanagunan masjid, untuk pencarian dana diluar Yogyakarta para tokoh masyarakat yang bergerak sedangkan untuk didalam wilayah purwokinanti dan Yogyakarta para pengurus P2A yang mencarai sumber-sumber dana dari para donator dan dermawan. Alhamdulillah dengan ijin dan ridho Allah tahun akhir tahun delapan puluhan berdiri sebuah masjid diwilayah RW.5 dengan dibebaskannya sebuah rumah warga dengan cara dibeli dan berlanjut beberapa rumah warga dibebaskansehingga terwujud hingga sampai saat ini memiliki lahan seluas 414 M2 dengan bangunan masjid yang cukup memadai untuk kegiatan para kaaum muslimin dan muslimat diwilayah Purwokinanti dengaan nama Masjid Nurul Hidayah. Sekedar mengingat kembalai para Pengurus P2A priode tahun 1980an dinahkhodai para Mahasiswa diantaranya Suyono WS, Yuni Suryanto, Bambanag Supriyadi, Sarjilah Waluyo Basuki, , Alm Rajimanto, Almh Erna Wahyuni Yosep Supriyanto, Karyono, Suhardi dan lain-lain. PRIODE TAHUN 1990an sampai dengan TAHUN 200an Dengan berdirinya Masjid diwilayah Purwokinanti kegiatan keagaman tertata dengan baik bahkan jama’ah sholat lima waktu jama’ah kata para ustad di Masjid Nurul Hidayah mendapat nilai positif. Dan sejak itu lembaga P2A tidak ada lagi dan digantikan dengan adanya kepengurusan Tkamir Masjid Nurul Hidayah. Disamping kegiatan lainnya Majelis Taklim pengajian bapak-bapak secara rutin dapat berjalan, Majrlis Taklim Pengjajian Ibu-ibu dengan peserta yang mencapai ratusaan jamah, dengan ditambah lagi pengajian Ibu-ibu disamping setiap hari Sabtu Sore ada lagi pengajian Rabu Sore, kegiatan remaja yang dikenal AMANAH sungguh sangat-sangat memprihatinkan, gejala ini terjadi tidak sja ditempat kita, akan tetapi mewabah dimana mana, hal dampak kemajuan zaman berkembangnya tehnologi banyaknya muncul intert yang tidak digunakan sebagai mana mestinya dan sistim pendidikan yang menjadi anak anak didik harus banyak pekajaran tambahan les-les sehingga gairah kemesjid sangat kurang, tentu ini menjadi PR bagi pengurus Takmir untu dapat dicarikan solusinya, hanya saja masih ada secerah harapan yang cukup menggembirakan dengan munculnya para remaja diusia dini (usia sekolah SMP) begitu aktifnya dengan banyaknya yang belejar Iqra’ belajar baca Al-Quran sampai penghapalan dan kajian kajian yang dibina dengan baik, dan pengurus Takmir pantas berterima kasih dengan sang inisiator saudara Yayan Nugraha M, dengan tekun dan sabar membimbing para remaja tersebut, sehingga diberbagai perlombaan banyak penghargaan yang telah diraih. Dengan penuh kesabaran pengurus Takmir membimbing, mengajak, mengarahkan warga muslimin untuk dapat aktif di pengajian , aktif sebagai jama’ah sholat untuk memakmurkan masjid. Bagian tugas dari pengurs Takmir dengan melayani kebutuhan keagaman masyarakat. Pengajian Majelis Taklim Bapak – bapak setiap Minggu ke 4, akhir bulan terus dilaksanakan dengan ustad ustad yang sesuai dengan kadar keagamaan masyarakat, Majelis Zikir & Yasinan yang diadakan setiap malam jum’at sudah berjalan cukup lama ditambah lagi kajian tafsir yang diadakan setiap malam Rabu dengan pelayanan Susu Kedelai secara gratis disediakan oleh Ustad yang mengisi Kajian Tafsir, walaupun jumlah jamaah tidak sebanyak peserta Majelis Taklim Bapak-bapak, tetapi dapat berjalan dengan lancer diisi dengan pembahasan ayat-ayat Al-Quran dari ayat per ayat, memang standar kwalitas kajian tafsir agak tinggi, hanya orang-orang yang haus akan ilmu yang secara istiqomah mengikutinya. Untuk mengajak warga Purwokinanti agar mengerjakan sholat dan berjama’ah di masjid diadakan dengan cara – cara presuasif diantaranya per empat bulan sekali dibagikan paket sembako dengan nilai kurang lebih seratus ribu rupiah diberikan dengan cara diantar langsung oleh Pengurus sambil mengajak – ajak hadir kemasjid untuk sholat berjama’ah, walaupun hasilnya tidak maksimal akan tetapi cara ini tetap akan dilakukan. Dan dua tahun terakhir diadakan program bantuan dan pendidikan, diberikan kepada anak didik pengajian yang rajin belajar ngaji dan rajin sholat berjama’ah untuk tahun ajaran 2013 – 2014 diberikan bantyuan pendidikan kepada 11 orang anak didik dengan besar kisaran antara Rp. 250.000 s/d Rp. 500.00,- dan melalui dana infaq shodokoh masjid juga dapat menyantuni kurang lebih 5 anak yatim piatu yang perbulannya diberikan santunan sebesar Rp. 50.000,-. Letak Masjid Nurul Hidayah walaupun didal kampung Purwokinanti berdekatan dengan Jalan gajah Mada, dijalan tersebut saat ini menjadi kawasan bisnis, sehingga bermunculan pertokoan, perkantoran dan hotel, sudah barang tentu para pekerja, karyawan kantor dan hotel yang akan sholat, sholat lima waktu khusunya sholat jum’at melaksanakan di masjid Nurul Hidayah. Meng-atisipasi perkembangan tersebutlah, maka Pengurus Takmir berinisiatif untuk merenovasi masjid, agar dapat menampung jama’ah dan agar mesjid kita menjadi mesjid yang respentatif untuk para jama’ah melaksanakan ibadahnya.

Popular

Recent

Comments